Blog Archive
-
2011
(12)
-
Oktober(12)
- Menindaklanjuti Kosayu Green III
- Rumor Edisi Terakhir Kosayu Green
- Ada apa dengan Kompetisi Internal Sekolah?
- Kegiatan-Kegiatan di Kosayu Green III
- Lanjutan Gambar Promosi Kosayu Green III
- Foto-foto Poster dan Gambar Promosi Kosayu Green III
- Dana Kosayu Green dari mana ya?
- BREAKING NEWS: Poster Kosayu Green III telah beredar
- Perbedaan antara Kosayu Green I, II, dan III
- Latar Belakang Kosayu Green
- Mars Kosayu Green
- Profil Kosayu Green
-
Oktober(12)
Dibalik blog ini...
Dyah Ayu Megantari (Artikel)
Daniel Kelvin (Editor)
Christian Elbrianno (Web Design)
Daniel Kelvin (Editor)
Christian Elbrianno (Web Design)
Sabtu, 08 Oktober 2011
Latar Belakang Kosayu Green
Kalian masih ingat kapan pertama kali Kosayu Green diselenggarakan? Yap, tepatnya pada 10-12 Desember 2009. Dalam beberapa acara televisi yang berupa berita, kadangkali beritanya menyangkut lingkungan. Mungkin bisa jadi banjir karena banyak orang membuang sampah sembarangan, penebangan hutan sembarangan alias illegal logging, dan lain sebagainya. Berita lingkungan yang seperti itulah yang sangat tidak diharapkan oleh masyarakat. Sudah meresahkan, mencelakakan pula. Buktinya, beberapa hewan langka mau punah gara-gara penebangan hutan sembarangan. Misalnya harimau sumatera yang diisukan bakal punah. (beneran loh!!) Terus, habis itu, ada beberapa spesies lain di Indonesia yang akan punah karena "arus modernisasi" tersebut. Padahal, kekayaan alam kita masih banyak dan patut disyukuri!!!!! Ingat itu.
Kerusakan lingkungan tersebut diperparah lagi. Coba lihat pemandangan kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Nyaris sama sekali tidak ada ruang terbuka hijau di sana. Apalagi Jakarta Pusat. Di Jakarta Pusat, SEBENARNYA (bukan katanya katanya, fakta hukum itu tidak bisa katanya katanya) bisa dikatakan sebagai "tidak ada pergerakan angin". Mengapa? Pergerakannya terhalang oleh gedung yang semakin menjamur. Bukannya gedung saja. PERUMAHAN! Bisa dibayangkan apa yang terjadi? Banjir di Kampung Melayu, sampai Istana Presiden saja "kebanjiran". Dan hebatnya lagi, ruang terbuka hijau semakin sempit sehingga tidak ada waktu lagi untuk menikmati kesejukan alam. (majas ironi) Semakin parah jika melihat banyaknya kendaraan bermotor membanjiri Jakarta setiap tahunnya. Katanya, transportasi umum tidak memadai (yang memadai itupun busway) sehingga "memaksa" orang untuk mengeluarkan mobil pribadinya. Alhasil, macet dimana-mana sampai yang namanya jalan tol (alias jalan bebas hambatan) saja jadi ikut-ikutan macet.
Sekarang, yang namanya "salah musim", ya begitu itu. Deltanya Sungai Mekong di Vietnam saja banjir. Petani diperkirakan merugi hingga miliaran rupiah. Lha kok bisa? Gagal panen toh ya lha wong banjir kok. Banjirnya saja diperkirakan akan sampai ke Bangkok. Lha, Kamboja? Sampai saat ini belum ada kabar dari Kamboja. Sungai Mekong melalui tiga negara dan dua negara sudah terkena dampak banjir Sungai Mekong. Katanya, banjir ini terparah dari satu dekade. Pertanyaannya, ini persoalan membuang sampah di sungai, atau penebangan hutan sembarangan sama yang terjadi di Indonesia?
Kembali ke "topik bernuansa Indonesia". Kalimantan yang terkenal akan hutannya pun seolah-olah mundur. Parahnya lagi dirasakan oleh Sumatera. Banyaknya titik api di sekitar hutan membuat kabut asap terjadi dimana-mana, sampai tempat penyelenggaraan SEA Games 2011 di Palembang pun terasa. Malah di sekitar arena bola voli banjir! Sudah tahu kabut asap begitu kok pada tidak bertanggung jawab semua? PROTES YUK!
Karena masalah lingkungan seperti contoh di atas, Kosayu Green diselenggarakan setiap tahunnya sejak tahun 2009. Tiga edisi, bukan main! Tinggal tunggu, pada tahun hutan internasional ini, mampukah Indonesia mempertahankan beberapa persen lahannya untuk hutan? Lihat saja. Tinggal tunggu tanggal main.
Sekian dulu tulisan dari kami. TETAP BERSEMANGAT!
Kerusakan lingkungan tersebut diperparah lagi. Coba lihat pemandangan kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Nyaris sama sekali tidak ada ruang terbuka hijau di sana. Apalagi Jakarta Pusat. Di Jakarta Pusat, SEBENARNYA (bukan katanya katanya, fakta hukum itu tidak bisa katanya katanya) bisa dikatakan sebagai "tidak ada pergerakan angin". Mengapa? Pergerakannya terhalang oleh gedung yang semakin menjamur. Bukannya gedung saja. PERUMAHAN! Bisa dibayangkan apa yang terjadi? Banjir di Kampung Melayu, sampai Istana Presiden saja "kebanjiran". Dan hebatnya lagi, ruang terbuka hijau semakin sempit sehingga tidak ada waktu lagi untuk menikmati kesejukan alam. (majas ironi) Semakin parah jika melihat banyaknya kendaraan bermotor membanjiri Jakarta setiap tahunnya. Katanya, transportasi umum tidak memadai (yang memadai itupun busway) sehingga "memaksa" orang untuk mengeluarkan mobil pribadinya. Alhasil, macet dimana-mana sampai yang namanya jalan tol (alias jalan bebas hambatan) saja jadi ikut-ikutan macet.
Sekarang, yang namanya "salah musim", ya begitu itu. Deltanya Sungai Mekong di Vietnam saja banjir. Petani diperkirakan merugi hingga miliaran rupiah. Lha kok bisa? Gagal panen toh ya lha wong banjir kok. Banjirnya saja diperkirakan akan sampai ke Bangkok. Lha, Kamboja? Sampai saat ini belum ada kabar dari Kamboja. Sungai Mekong melalui tiga negara dan dua negara sudah terkena dampak banjir Sungai Mekong. Katanya, banjir ini terparah dari satu dekade. Pertanyaannya, ini persoalan membuang sampah di sungai, atau penebangan hutan sembarangan sama yang terjadi di Indonesia?
Kembali ke "topik bernuansa Indonesia". Kalimantan yang terkenal akan hutannya pun seolah-olah mundur. Parahnya lagi dirasakan oleh Sumatera. Banyaknya titik api di sekitar hutan membuat kabut asap terjadi dimana-mana, sampai tempat penyelenggaraan SEA Games 2011 di Palembang pun terasa. Malah di sekitar arena bola voli banjir! Sudah tahu kabut asap begitu kok pada tidak bertanggung jawab semua? PROTES YUK!
Karena masalah lingkungan seperti contoh di atas, Kosayu Green diselenggarakan setiap tahunnya sejak tahun 2009. Tiga edisi, bukan main! Tinggal tunggu, pada tahun hutan internasional ini, mampukah Indonesia mempertahankan beberapa persen lahannya untuk hutan? Lihat saja. Tinggal tunggu tanggal main.
Sekian dulu tulisan dari kami. TETAP BERSEMANGAT!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar